+ -

Pages

Membuat Tulisan Yang Positif

Beberapa hari belakangan ini tulisan saya hanya menceritakan tentang keluh kesah saja, seperti pekerjaan menumpuk, tidak tepat waktu dan lain-lain. Saya sebenarnya tidak ingin menulis hal-hal yang seperti itu karena saya menganggap tulisan-tulisan tersebut tidak membangun dan tidak meningkatkan kreatifitas dan motivasi diri.

Tulisan tersebut muncul karena beberapa hari yang lalu saya membaca buku tentang belajar menulis. Buku tersebut menceritakan bahwa kalau mau belajar penulis maka tulislah terlebih dahulu apa yang anda rasakan atau apa yang anda pikirkan, maka kegiatan tersebut akan menghasilkan sebuah tulisan.

Ternyata apa yang dikatakan buku tersebut benar. Setelah saya mencobanya, maka muncul sebuah tulisan. Rasanya untuk menjadi seorang penulis tidak perlu mencari ide dan memiliki pengetahuan khusus. Tinggal menuliskan apa yang kita pikirkan, kemudian jadilah sebuah tulisan. Tapi sayang, hasil tulisan tersebut hanya berupa keluh kesah saja.

Seharusnya saya membuat tulisan yang dapat meningkatkan motivasi diri, keberanian dan kepercayaan diri. Bukan tulisan yang isinya hanya keluh kesah yang tidak artinya.

Setelah tulisan yang terakhir ini saya harus mencoba membuat tulisan yang bernada positif dan membangun, tidak boleh lagi ada tulisan yang tidak membangun seperti tulisan sebelumnya.
5 Blogger Jambi: Membuat Tulisan Yang Positif Beberapa hari belakangan ini tulisan saya hanya menceritakan tentang keluh kesah saja, seperti pekerjaan menumpuk, tidak tepat waktu dan lai...

3 komentar:

  1. bs disiasati, pas lagi bersemangat baru nulis di blog, tp kalo sdng berkeluh kesah ditulis di diari aja :D, untuk konsumsi pribadi.....#numpangkomen

    BalasHapus
  2. kalo di diari, ilang diarinya ilang juga catatannya. mending di blog.

    BalasHapus
  3. Terkadang saya juga sering berpikir begitu, tapi ada banyak juga yang bilang ngeblog itu mengalir saja, tulis apa yang mau kita tulis, tapi tetap saja keinginan berbagi sesuatu yang lebih informatif sehingga mendapatkan komentator yang berkualitas juga tidak dapat di pungkiri.

    BalasHapus

< >