+ -

Pages

Menghapus Budaya Pamrih

Budaya kita adalah budaya pamrih. Kita diajarkan untuk mementingkan hasil daripada usaha. Seorang Bapak mengatakan: "Nak, kalau kamu mendapatkan nilai 100 maka akan Bapak belikan permen". Sang anak pun belajar dengan giat dan terus berusaha mendapatkan nilai 100 dengan harapan ia dibelikan permen. Sang anak tak diajarkan bahwa nilai 100 yang ia dapatkan sebenarnya sangat penting bagi masa depannya. Hingga suatu saat nanti budaya pamrih melekat pada diri sang anak hingga ia dewasa.

Seharusnya yang kita budayakan adalah budaya ikhlas. Sulit memang menerapkannya. Tapi dengan percaya dengan hukum usaha dan hasil maka kita akan sanggup melakukannya. Semua usaha yang kita lakukan maka hasilnya akan datang kepada diri kita sendiri. Tidak ada seorangpun yang dapat menahan hasil yang akan datang kepada kita.
5 Blogger Jambi: Menghapus Budaya Pamrih Budaya kita adalah budaya pamrih. Kita diajarkan untuk mementingkan hasil daripada usaha. Seorang Bapak mengatakan: "Nak, kalau kamu me...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >