+ -

Pages

Nasib Penjaga Gawang di Tim yang Tidak Profesional

Entah kenapa hari ini saya merasa seperti seorang penjaga gawang dalam sebuah tim sepak bola. Menurut saya penjaga gawang memiliki nasib yang tidak mengenakkan. Beda sekali nasibnya dengan pemain tengah, sayap atau pemain depan. Penjaga gawang bertugas menjaga gawang tim agar tidak kebobolan. Jika gawang kebobolan, siapa yang harus disalahkan? Apakah penjaga gawang?

Pada sebuah tim yang profesional, gawang tim yang kebobolan dianggap sebagai kelalaian tim tersebut dalam menjaga gawang. Di sini posisi penjaga gawang memang merupakan menjaga gawang yang bertugas menjaga gawang. Tapi jika ia blunder sehingga gagal menjaga gawang maka berarti ini adalah kegagalan tim, bukan penjaga gawang. Penjaga gawang tidak patut dipersalahkan.

Pada sebuah tim yang tidak profesional, penjaga gawang juga memiliki peran menjaga gawang. Jika gawang kebobolan maka itu adalah kesalahan penjaga gawang dan ia harus bertanggung jawab atas kebobolan itu. Memang ini sungguh tidak mengenakkan.

Tapi keadaan saya sekarang bukanlah dalam keadaan bermain sepak bola. Hanya kondisinya saja yang seperti sepak bola. Kalau ternyata nanti saya mendapati situasi saya gagal "menjaga gawang" yang mengakibatkan kebobolan. Apakah nanti saya akan dipersalahkan atas kebobolan itu? Kalau ya, memang sungguh sungguh tak mengenakkan.

Huhf... Semoga tim ini adalah tim yang profesional.
5 Blogger Jambi: Nasib Penjaga Gawang di Tim yang Tidak Profesional Entah kenapa hari ini saya merasa seperti seorang penjaga gawang dalam sebuah tim sepak bola. Menurut saya penjaga gawang memiliki nasib yan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >