+ -

Pages

Paradoks Indah

Selama beberapa hari di Bukittinggi, perasaan saya bercampur aduk. Banyak dan bermacam-macam kesan bersama teman-teman. Namun kesan yang paling indah adalah bersama seseorang yang seharusnya sudah saya kenal 5 tahun yang lalu tapi baru tahun ini saya bisa mengenalnya.

Yang saya rasakan, beberapa hari ini sangat singkat. Lima tahun yang sangat panjang, entah mengapa juga terasa singkat. Beberapa hari ini hampir sama saja dengan lima tahun yang lalu. Singkat.

Tapi yang harus disadari, bahwa kedua-duanya adalah interval waktu yang berbeda. Keduanya tidak sama. Kejadian beberapa hari ini bisa saja terjadi pada saat lima tahun yang lalu. Tapi hasil dari kedua-duanya belum tentu sama.

Jika waktu bisa diputar kembali, maka saya akan kembali ke lima tahun yang lalu. Dimana saat itu, kejadian saat ini saya yakin pasti juga akan terjadi jika saya tidak menundanya.

Tapi tidak mungkin mengharapkan waktu bisa berputar kembali. Itu adalah harapan yang bodoh dan hanya orang-orang bodoh saja yang mengharapkannya. Saya tidak mau menjadi orang yang seperti itu.

Jika seseorang ditanya apa yang akan ia lakukan jika ia telah terlambat mendapatkan sesuatu? Saya yakin jawabannya ada dua. Jika seseorang mempunyai hasrat yang besar, ia pasti akan mengejarnya hingga ia mendapatkannya. Tapi jika tidak, maka ia akan mengabaikannya. Saat ini saya berada pada kondisi yang pertama.

Hidup ini adalah perjuangan, dan di dalamnya juga terdapat persaingan. Perjuangan dan persaingan sudah ada saat proses terbentuknya manusia. Pada saat itu berjuta-juta sel sperma harus berjuang dan bersaing untuk mendapatkan hanya satu sel ovum. Semua harus berjuang sebelum ada yang mengakhirinya. Dan jika telah berakhir, maka tidak ada yang berhak menyalahkan siapa yang telah mengakhirinya.

Perlu diketahui bahwa terlambat bukan berarti berakhir. Kita bisa menyamakan kondisi terlambat ke kondisi yang seharusnya sebelum kondisi tersebut berakhir. Tapi jika kondisinya telah berakhir, maka selesailah semua. Tidak ada lagi yang perlu diharapkan.
5 Blogger Jambi: Paradoks Indah Selama beberapa hari di Bukittinggi, perasaan saya bercampur aduk. Banyak dan bermacam-macam kesan bersama teman-teman. Namun kesan yang pal...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >