+ -

Pages

Bridge Bagaikan Alkohol

Dulu waktu masih kuliah, untuk menghilangkan stress dan rasa kecewa, saya selalu berkumpul bermain bridge bersama teman-teman di kantin kampus. Dengan bermain bridge, rasanya otak menjadi 'plong', stress bisa pergi dan beban pikiran pun menjadi hilang.

Sama seperti orang yang meminum minuman beralkohol. Setelah beberapa teguk dia meminum minuman tersebut, sedikit demi sedikit beban pikirannya semakin menjauh. Lama-kelamaan pikiran tersebut pergi entah kemana dan kemudian habis tidak bersisa lagi.

Tapi itu dulu. Sekarang rasanya saya tidak mungkin akan bermain bridge lagi. Ada banyak pertimbangan bagi saya untuk tidak bermain dan berkumpul dengan teman-teman bridge lagi. Salah satunya adalah saya telah sadar bahwa kepergian beban pikiran tersebut hanya sementara. Beban pikiran tersebut akan datang lagi setelah permainan selesai. Jika permainan terus saya lanjutkan, maka akan menyebabkan kecanduan layaknya kecanduan minuman beralkohol. Jadi lebih baik saya membuang jauh-jauh keinginan bermain bridge tersebut.

Walaupun sekarang ini saya sedang merasa kecewa, tapi saya tidak ingin berkumpul dengan teman-teman untuk bermain bridge lagi. Mungkin sebaiknya saya mengelola kekecewaan saya ini dengan cara yang lebih baik. Saya harus bisa menjadikan kekecewaan itu menjadi sebuah energi yang bisa menghasilkan sesuatu yang positif. Minimal kekecewaan itu bisa menghasilkan sebuah tulisan seperti tulisan yang saya buat sekarang ini.
5 Blogger Jambi: Bridge Bagaikan Alkohol Dulu waktu masih kuliah, untuk menghilangkan stress dan rasa kecewa, saya selalu berkumpul bermain bridge bersama teman-teman di kantin kamp...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >