+ -

Pages

Karya Terbaik Manusia

Dalam keadaan terjepit atau terdesak, kadang saya berbuat sekedarnya saja. Maksudnya, saya hanya berbuat asal jadi dengan hasil yang biasa-biasa saja. Saya tidak berbuat yang terbaik seperti yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak manusia.

Kadang-kadang saya takut untuk disalahkan. Hal ini membuat saya sering melakukan pembelaan diri. Karena pembelaan diri, kreativitas saya menjadi menurun. Karya besar tidak jadi dihasilkan. Saya hanya sibuk mencari alasan untuk melakukan pembelaan diri. Padahal sebaik apa pun alasan yang saya dapatkan, tetap saja alasan tersebut tidak pernah ada yang benar. Saya hanya menghabiskan pikiran dan tindakan untuk hal-hal yang sia-sia saja.

Saya sadar bahwa kita sebagai manusia telah diberi akal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk lainnya yang hidup di atas bumi ini. Dengan akal kita diberi kemampuan untuk mengendalikan diri dan juga mengendalikan nafsu. Oleh karena itu, kita harus mengendalikan semua keinginan dan nafsu-nafsu yang merusak. Dengan akal kita harus menjadi raja. Kita harus menjadi raja atas diri kita sendiri. Inilah yang membuat kita menjadi makhluk yang paling istimewa.

Dengan keistemewaan yang telah diberikan, kita tidak boleh merendahkan diri kita sendiri. Kita harus berbuat yang terbaik agar menghasilkan karya terbaik. Berlandaskan tujuan hidup, kita harus menghasilkan karya terbaik demi kelangsungan hidup manusia dan seluruh isi bumi. Atas keistimewaan yang telah diberikan, setiap hari saya akan selalu belajar agar menghasilkan karya terbaik. Saya tidak ingin hidup dan bekerja hanya sekedarnya saja.

"Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Jika bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja."
~Buya Hamka~


5 Blogger Jambi: Karya Terbaik Manusia Dalam keadaan terjepit atau terdesak, kadang saya berbuat sekedarnya saja. Maksudnya, saya hanya berbuat asal jadi dengan hasil yang biasa-b...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >