+ -

Pages

Mencoba Mengenal Diri Sendiri

Biasanya saya sudah malas jika harus membaca tulisan yang telah saya publish. Tapi tadi, saya sempat membaca tulisan saya sebelumnya: Karya Terbaik Manusia yang saya tulis dua hari yang lalu. Saya suka sekali dengan tulisan tersebut, apalagi kalau menghayati kata-kata dari Buya Hamka: "Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Jika bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja". Kali ini saya ingin melanjutkan tulisan itu kembali. Tapi saya tidak tahu apakah tulisan ini akan nyambung dengan tulisan sebelumnya itu atau tidak. Hehe..

Dalam kehidupan sehari-hari yang saya jalani, saya punya otak yang selalu penuh dengan berbagai macam pikiran. Saya tidak bisa menterjemahkan apa-apa saja pikiran saya tersebut. Kadang ada pikiran yang bisa saya sadari dan bisa saya terjemahkan, namun sebagian besar pikiran tersebut pergi dan hilang tak berbekas sedikit pun, jadi tidak bisa saya terjemahkan. Jika pikiran tersebut dapat saya terjemahkan, maka bisa saya tuliskan secepatnya sebelum pikiran itu pergi. Setelah itu pikiran yang saya tuliskan tersebut akan menjadi sebuah tulisan yang biasanya saya terbitkan di blog ini. Konon kabarnya, kita memiliki 60.000 pikiran dalam sehari. Jadi kalau saya hanya menulis satu tulisan setiap hari, berarti kira-kira saya hanya mengungkapkan seperpuluhan ribu pikiran saya setiap hari.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, saya selalu merasa bahwa "masih ada yang kurang'. Rasanya ada sesuatu yang ingin saya lebihkan dan ingin saya dapatkan. Saya pergi ke kantor rasanya tidak hanya sekedar bekerja, tidak hanya sekedar mencari uang. Rasanya saya lebih ingin mengembangkan hal-hal yang abstrak, seperti mengembangkan bagian-bagian emosional saya, kepribadian saya, juga ingin mengembangkan hal-hal yang bersifat spiritualitas. Rasanya saya punya banyak kekurangan pada bagian-bagian itu.

Dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya, terasa bahwa saya sangat jarang menuliskan hal-hal yang bersifat narasi. Saya sangat jarang sekali menceritakan cerita kejadian-kejadian yang saya alami dalam kehidupan saya sehari-hari, walaupun sebenarnya hal-hal seperti itulah yang mudah untuk dituliskan.

Dalam tulisan saya, saya lebih banyak menceritakan kekurangan saya pada bagian emosional dan kepribadian. Saya ingin mengurangi kelemahan saya pada bagian-bagian tersebut dan mengembangkannya ke arah yang lebih baik. Secara tersirat, selalu ada hal-hal yang spiritual di dalamnya. Saya bukan secara sengaja mengungkapkannya, tapi itu terungkap dengan sendirinya. Otomatis. Biasanya tulisan-tulisan tersebut saya kelompokkan dalam kategori Pengembangan Diri.

Saya memandang, kehidupan ini sangat kompleks, banyak relativitas di dalamnya, kadang rumit, kadang juga sederhana, penuh dengan paradoks. Kadang saya tidak punya kekuatan untuk menjalaninya. Tapi anehnya semakin berat kehidupan yang saya alami, kekuatan yang saya miliki malah semakin membesar. Banyak hal-hal yang bersifat paradoks seperti itu yang selalu saya jalani. Dengan berbagai macam keunikan kehidupan, saya akhirnya memandang kehidupan ini penuh dengan hal-hal yang indah dan menarik. Walaupun di dalamnya penuh dengan rasa suka, benci, sedih, tangis, tawa dan berbagai macam emosi lainnya.

Ada yang bilang, saya bisa dinilai dari tulisan saya karena katanya saya menuliskan kepribadian saya. Dalam percakapan saya dengannya, saya bilang padanya bahwa yang saya tulis adalah masalah motivasi untuk mengembangkan kepribadian saya. Tapi ia bilang, secara tersirat saya menulis hal yang berlawanan. Saya menulis hal yang negatif. Ada kekecewaan di dalamnya. Saya dinilai sebagai orang yang penuh kekecewaan atau sejenisnya.

Menurut saya, dia salah. Dari 60.000 pikiran yang hadir di otak kita setiap hari, kabarnya 80%-nya adalah pikiran negatif, sedangkan 20%-nya adalah pikiran positif. Mungkin itu yang menjadikan tulisan saya seperti itu. Saya sudah mencoba mengarahkan pikiran saya ke arah positif. Tapi ternyata pikiran-pikiran yang positif sering memboncengi pikiran-pikiran yang negatif. Akhirnya di dalam tulisan saya berisi kata-kata positif, tapi di dalamnya tersirat hal-hal yang negatif. Seperti yang saya bilang tadi, kondisi seperti itu tidak saya buat secara sengaja, itu otomatis. Namun, bagaimana dan seperti apa saya sebenarnya, saya selalu berusaha menjadi orang yang positif.

Kalau saya pikir-pikir (hadooh, beginilah kalo dasarnya orang yang banyak pikiran, hehe..), saya tidak termasuk orang yang mau menjalani hidup sekedarnya saja. Saya termasuk orang yang ingin belajar, walaupun dari dulu saya tidak pernah bisa menjadi lebih pintar dari yang lain. Hehe.. Tapi setiap harinya saya ingin mendapati sesuatu yang baru. Saya ingin menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik.

Saya sering memikirkan, meraba-raba jalannya kehidupan sehari-hari. Rasanya setiap hari ada saja kejadian yang baru. Ada-ada saja pelajaran yang baru yang bisa dipetik. Saya sangat senang dengan pelajaran-pelajaran yang baru itu. Tapi saya tidak suka dengan pelajaran yang sifatnya konkret, saya lebih suka pelajaran-pelajaran yang bersifat abstrak.

Saya pernah bertemu orang yang ingin mengetahui sesuatu yang baru, petualang istilahnya. Tapi saya pikir, saya tidak merasa bahwa saya ini sama seperti dia. Saya berbeda. Tapi saya tidak tahu juga saya ini seperti apa. Mungkin saya belum mengenal lebih dekat siapa saya sebenarnya.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ungkapkan lagi tentang saya. Tapi sekarang saya sudah tidak tahu lagi apa saja itu. Mungkin nanti, kekurangan tentang saya bisa terlihat pada tulisan saya berikutnya, karena saya akan terus mengenali siapa saya sebenarnya.
"Siapa yang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya"

Saya tidak tahu, kata-kata apa yang pas untuk menutupi tulisan ini, karena sebenarnya tulisan ini belum berakhir dan klimaks tulisan ini belum jelas. Dan biasanya klimaks tulisan saya juga tidak pernah jelas. Hehe.. Oiya, sebelum menutupi tulisan ini. Saya merasa ini adalah bagian terpenting dari semua tulisan saya. Tapi bukan berarti tulisan saya akan berhenti sampai di sini. Saya tetap akan terus menulis. Anggap saja ini adalah tahap perkembangan penulisan kepribadian saya dalam menemukan jati diri saya. Halaaaah…. :D
5 Blogger Jambi: Mencoba Mengenal Diri Sendiri Biasanya saya sudah malas jika harus membaca tulisan yang telah saya publish . Tapi tadi, saya sempat membaca tulisan saya sebelumnya: Karya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >