+ -

Pages

Belajar Karena Terpaksa

Sudah tiga hari berturut-turut saya tidak menulis. Biasanya, kalau saya melalaikan kegiatan menulis seperti ini, maka lalainya sering berkelanjutan. Setelah itu, rasa malas pun timbul. Semangat belajar semakin sulit dibangkitkan. Makanya, sebelum rasa malas semakin berat, saya mencoba menulis malam ini. Biar rasa malas bisa dibuang.

Walaupun malam ini ingin menulis, namun sebenarnya saya tidak punya ide untuk menulis. Tapi saya merasa bahwa saya harus tetap menulis. Sesibuk apa pun, ada ide atau tidak, saya harus menulis. Disiplin harus ditegakkan. Maksudnya, biar saya bisa belajar menulis secara kontinu.

Belajar itu harus dipaksakan. Coba lihat orang-orang yang lulus sekolah SD, SMP dan SMA. Kebanyakan mereka lulus karena terpaksa. Mereka belajar di sekolah karena terpaksa. Setelah sekian lama belajar dalam keadaan terpaksa, akhirnya baru mereka sadar bahwa ternyata belajar itu penting.

Jika belajar tidak dipaksakan, maka banyak orang yang tidak mau sekolah. Mereka menjadi orang yang malas dan suka bersenang-senang. Setelah sekian lama, mereka baru tahu bahwa belajar itu penting. Mereka pun akhirnya menyesal. Namun, seperti biasa, penyesalan itu tiada berguna.

Begitu juga dengan belajar menulis. Belajar menulis juga harus dipaksakan. Kalau di sekolah, ada guru atau orang tua yang memaksa kita untuk belajar. Namun, dalam belajar menulis, tidak ada yang memaksakan. Makanya, untuk belajar menulis, kita sendiri yang harus memaksakan diri. Kalau tidak begitu, maka kita tidak akan mau belajar. Akhirnya kita pun menjadi malas dan kemampuan menulis tidak meningkat.

Belajar memang harus dipaksakan. Beruntunglah orang-orang yang merasa bahwa ia belajar bukan karena terpaksa, tapi karena ia menyenangi pelajaran yang ia terima. Saya ingin menjadi orang yang seperti itu, yaitu menjadi orang yang belajar bukan karena terpaksa, tapi karena menyenanginya.
5 Blogger Jambi: Belajar Karena Terpaksa Sudah tiga hari berturut-turut saya tidak menulis. Biasanya, kalau saya melalaikan kegiatan menulis seperti ini, maka lalainya sering berkel...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >