+ -

Pages

Melihat Kesalahan Diri Sendiri

"Gajah di pelupuk mata tidak tampak, namun semut di seberang lautan tampak."

Begitulah biasanya. Kita selalu saja bisa melihat kesalahan orang lain. Namun kita tidak mampu melihat kesalahan diri sendiri. Kesalahan orang lain tampak begitu besar seperti gunung yang menjulang tinggi. Namun kesalahan sendiri kelihatan sangat kecil seperti sebutir debu.

Sering sekali kita tidak mengetahui kesalahan sendiri. Kita buta melihat kesalahan itu. Namun ketika kita sadar akan kesalahan sendiri, kita malah sering menutupi-nutupinya. Kita mencari-cari alasan untuk membenarkan kesalahan-kesalahan tersebut. Akhirnya kesalahan-kesalahan tersebut benar-benar tertutup dan tidak tampak lagi. Namun sebenarnya kesalahan itu masih ada dan masih tampak. Kita sendiri saja yang tidak melihatnya.

Pada dasarnya kita bersifat protektif. Kita selalu menjaga diri dari serangan luar. Kesalahan diri ibaratkan sebagai luka. Luka itu bagaikan celah yang mudah diserang oleh orang lain. Serangan itulah yang kita takutkan. Karena takut diserang, kita selalu menutup-nutupi luka kita. Tapi sayang, ketika luka itu ditutupi, kita lupa mengobatinya. Akibatnya luka tidak kunjung sembuh. Semakin lama, luka semakin banyak. Tubuh pun menjadi semakin kebal karenanya. Karena semakin banyak, orang lain semakin tahu dengan luka-luka tersebut, namun kita sendiri tidak mengetahuinya.

Kita adalah manusia. Manusia selalu saja melakukan kesalahan. Namun setiap kesalahan itu bisa diperbaiki. Jadi jika kita salah, secepatnyalah diperbaiki. Jika salah lagi, segera perbaiki lagi, salah lagi , diperbaiki lagi, salah lagi, perbaiki lagi. Begitulah seterusnya. Jangan biarkan kesalahan kita semakin banyak.

Jangan pula berpikir bahwa kesalahan kita akan mendapat serangan dari orang lain. Jangan anggap orang lain sebagai musuh. Anggaplah mereka sebagai teman karena mereka tidak akan pernah menyerang kita. Selama ini kita sendirilah yang berpikir bahwa mereka akan menyerang kita. Penyebab pikiran seperti itu adalah karena kita menganggapnya sebagai musuh, bukan sebagai teman.
5 Blogger Jambi: Melihat Kesalahan Diri Sendiri "Gajah di pelupuk mata tidak tampak, namun semut di seberang lautan tampak." Begitulah biasanya. Kita selalu saja bisa melihat kes...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >