+ -

Pages

Belajar Merendah

Belajarlah merendah, sehingga tak seorang pun akhirnya bisa merendahkanmu.

Begitulah kira-kira sepotong kata bijak yang pernah saya dengar. Lengkapnya saya kurang hapal dan saya juga kurang tahu siapa yang mengarangnya.

Awalnya saya kira kata-kata tersebut hanya kata-kata yang biasa-biasa saja. Kata-kata bijak yang dengan mudahnya dikarang tanpa dipahami maknanya terlebih dahulu.

Namun ketika maknanya saya pahami lebih dalam, saya temukan bahwa kata-kata tersebut mengandung arti yang sangat dalam. Jika maksud dari kata bijak tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka bisa melembutkan hati orang yang menerapkannya dan menghapus sifat angkuh dan sombong yang ada di hatinya.

Sikap angkuh dan sombong adalah akar dari banyak prilaku buruk. Oleh karena itu harus kita buang jauh-jauh. Sifat angkuh dan sombong sangat mudah muncul di dalam hati. Sifat ini bisa saja muncul walaupun seseorang telah menjaga hatinya dengan baik. Apalagi jika seseorang tidak menjaga hatinya dengan baik. Tentu sifat ini bisa semakin membesar, selanjutnya bisa mengotori hati, memperburuk tutur kata dan prilaku.

Kata orang bijak, hati dan pikiran bekerja seperti parasut, ia tidak akan bekerja dengan baik ketika ia tidak terbuka. Jadi kita harus membukanya, tetapi bagaimana caranya? Caranya adalah dengan belajar merendah. Dengan merendah, hati dan pikiran kita akan terbuka otomatis.

Janganlah kita menjadi orang yang angkuh tinggi hati. Ibarat air yang tidak akan pernah mengalir ke tempat yang tinggi, begitu juga dengan ilmu yang juga tidak akan mengalir kepada orang yang angkuh dan tinggi hati.
5 Blogger Jambi: Belajar Merendah Belajarlah merendah, sehingga tak seorang pun akhirnya bisa merendahkanmu. Begitulah kira-kira sepotong kata bijak yang pernah saya dengar. ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >