+ -

Pages

Mengendalikan Diri dengan Puasa Bicara

Semakin banyak saya bicara, semakin "ngawur" apa yang saya bicarakan. Situasi ini seringkali terjadi. Kalau saya sudah banyak bicara, maka nafsu untuk terus berbicara semakin besar. Mulut saya menjadi semakin sulit untuk ditutup. Apa pun yang ada dalam otak saya akan langsung saya ucapkan. Tidak tahu apakah ucapan itu benar atau salah. Tidak tahu pula apakah ucapan itu menyinggung perasaan orang lain atau tidak. Yang ada dalam pikiran saat itu hanyalah "yang penting pembicaraan itu asyik, bisa ketawa ketiwi haha hihi huhu". Saya sudah tidak peduli pada akal sehat saya yang telah hilang.

Kadang di saat pembicaraan itu sudah tidak terkendali tersebut, saya sempat tersadar bahwa akal sehat saya sudah tidak sadar lagi. Sayangnya, saat itu nafsu bicara sudah sangat liar. Saya sudah tidak kuat mengendalikannya. Saya hanya bisa menyesalinya saja ketika semuanya telah berakhir.

Sungguh sangat berbahaya jika ucapan sudah tidak bisa terkendali lagi. Oleh karena itu kita wajib mencegahnya sebelum kondisi itu terjadi. Jika nafsu bicara ingin dikendalikan, maka berpikirlah terlebih dahulu sebelum bicara. Jika ingin bicara, maka pastikan yang akan dibicarakan adalah hal-hal yang penting-penting saja. Jika tidak ada yang penting, maka tidak usah berbicara.

Jangan terbawa nafsu untuk ikut berbicara karena takut dianggap bodoh. Orang bodoh adalah orang yang banyak bicara tetapi tidak ada isinya. Semakin banyak ucapan yang tidak ada isinya, maka semakin bodohlah ia. Maka dari itu, berusahalah untuk tidak masuk golongan orang-orang bodoh tersebut.
5 Blogger Jambi: Mengendalikan Diri dengan Puasa Bicara Semakin banyak saya bicara, semakin "ngawur" apa yang saya bicarakan. Situasi ini seringkali terjadi. Kalau saya sudah banyak bica...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >